Memilukan, Seorang Anak Meninggal dalam Pelukan Ibunya dalam Peristiwa Penembakan di US



Seorang ibu yang selamatkan anak lelakinya dari penembakan berdarah di pinggiran kota Los Angeles Amerika Serikat, nahas, bocah tersebut telah meninggal dan tiga korban lainnya, pada hari Rabu, 31 Maret 2021.

"Tampaknya seorang anak laki-laki meninggal dalam pelukan ibunya saat dia mencoba menyelamatkannya selama pembantaian yang mengerikan ini," kata Jaksa Wilayah Orange County Todd Spitzer Amerika Serikat pada konferensi pers.

Insiden berdarah anak lelaki meninggal dipelukan ibunya  di wilayah Orange, California yang berjarak 48 km dari pusat kota Los Angeles Amerika Serikat, menambah daftar insiden mematikan ketiga di negara Amerika Serikat dalam  kurun waktu sebulan ini.

Berdasarkan data catatan kriminal kemarin, insiden di spa area Atlanta meninggalkan delapan orang termasuk enam wanita orang Asia oleh seorang pria bersenjata. Serta seorang pria bersenjata menembakan ke tempat supernarket di Boulder, Colorado Amerika Serikat, hingga meninggalkan 10 orang dalam insiden berdarah tersebut.

Pihak berwenang penyelidik California membeberkan bahwa penembak tersebut mengenali para korban yang meninggal tersebut. Berbeda pada insiden berdarah dua peristiwa yang lalu, tersangka tidak mengetahui para korban itu.

"Motif awal diyakini terkait dengan bisnis dan hubungan pribadi yang terjalin antara tersangka dan semua korban," ucap Letnan Jennifer Amat dari Departemen Kepolisian Oranye pada konferensi pers yang sama.

Para pejabat mengidentifikasi tersangka bernama Aminadab Gaxiola Gonzalez, 44, warga kota Fullerton.

Selain bocah, adapun korban meninggal lainnya adalah seorang pria dan dua wanita.

Amat menuturkan bahwa penembak dan seorang ibu yang melindungi bocah itu sedang dirawat intensif di rumah sakit dalam kondisi kritis tetapi stabil.

Menurut keterangan kepolisian setempat, di hari Rabu, tersangka mulai masuk ke area perkantoran bernama Unified Homes  sebuah bisnis jual beli rumah dan mobil kemudian ia mengunci gerbang halaman belakang menggunakan kunci sepeda.

Saat kepolisian menggerebek kantor tersebut, suara tembakan masih terdengar letusannya, namun gerbangnya masih tertutup kunci hingga kepolisian pun memotong rantai dengan pemotong baut.

"Sementara itu, amukan mengerikan sedang terjadi di kantor dan orang-orang sekarat atau ditembak," papar Spitzer.

Amat juga menjelaskan bahwa, dari luar halaman, dua polisi sedang baku tembak dengan tersangka.

Saat dirangkap dan geledah, pihak berwenang menemukan pistol semi otomatis dan ransel berisi semprotan merica, borgol, dan amunisi yang kepolisian yakini milik tersangka.

Amat menjeleskan, usai membantu wanita yang terluka yang melindungi anak laki-laki berusia 9 tahun yang meninggal, polisi langsung menggeledah kompleks tersebut dan menemukan seorang wanita mati di lantai atas di luar ruangan, seorang pria mati di dalam gedung perkantoran, dan seorang wanita mati di kantor lain.

Akan tetapi, kepolisian masih merahasiakan identitas  mereka sampai kerabat dapat diberi tahu

0 Response to "Memilukan, Seorang Anak Meninggal dalam Pelukan Ibunya dalam Peristiwa Penembakan di US"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel